Minggu, 12 April 2015

SISTEM AKUNTANSI PIUTANG DAGANG DAN PENERIMAAN KAS


A.1. Sistem Piutang Dagang
Informasi yang di butuhkan manajemen
  1. Jumlah piutang kepada tiap-tiap pelanggan
  2. Jumlah piutang dan identitas pelanggan yang menunggak
Fungsi
Fungsi piutang dagang meliputi:
  1. Memelihara buku pembantu piutang pada masing-masing langganan
Karena alas an-alasan berikut :
  • Memuat identitas lengkap pelanggan , dan besarnya tagihan maka mudah bagi perusahaan untuk melakukan penagihan piutang kepada pelanggan tertentu
  • Dapat diketahui kredibilitas pelanggan, dan dapat bermanfaat untuk kebijakan pemberian kredit di masa yang akan dating
  1. Mengirim surat pernyataan piutang secara periodik
Hal ini di maksudkan untuk mengingatkan kepada pelanggan akan kewajibannya. Perlu diingatkan bahwa surat pernyataan piutang bukan surat tagih.


Organisasi
Apabila jumlah pelanggan masih sedikit , maka pemegang buku pembantu piutang dapat dirangkap pemegang buku besar. Tetapi bila jumlah pelanggan relative banyak maka biasanya harus ditangani petugas khusus.
Catatan akuntansi
  • Buku-buku pembantu piutang kepada masing-masing pelanggan
  • Blanko surat pernyataan piutang
Bukti transaksi
  1. Faktur ( penjualan kredit )
  2. Bukti kas masuk
  3. Bukti memorial


A.2. Surat Pernyataan Piutang
Untuk mengingatkan kepada pelanggan akan kewajibannya. Sumber datanya adalah dari rekening pembantu piutang masing-masing langganan. Surat ini bukan merupakan surat tagihan. Ada beberapa bentuk surat pernyataan piutang, di antaranya :
  1. Surat Pernyataan Saldo Akhir Bulan
Surat pernyataan yang di buat dengan cara mengutip saldo akhir suatu bulan-bulan tertentu saja yang ada di rekening pembantu piutang pada pelanggan tertentu.


  1. Surat Pernyataan Saldo Berjalan dan Rekening Konvensional
Surat ini sama persis dengan surat pernyataan satuan. Yang berbeda adalah cara membuatnya. Surat pernyataan ini merupakan hasil tindasan pekerjaan pembukuan ke rekening pembantu.


  1. Surat Pernyataan Elemen Terbuka
Dalam surat pernyataan jenis ini , yang diinformasikan kepada pelanggan hanya faktur-faktur yang belum di bayar saja.
A.3. Metode Penanganan Piutang Dagang
  1. Membukukan faktur ke dalam jurnal penjualan, kemudian mengisi rekening pembantu piutang dari jurnal penjualan.
Dengan metode ini maka berarti item yang di bukukan ke buku jurnal sama dengan yang di bukukan ke buku pembantu.
Membukukan Faktur Langsung ke Rekening Pembantu Piutang
Dalam metode ini :
  • Faktur di bukukan ke rekening secara langsung
  • Faktur-faktur yang terjadi dalam suatu hari dikumpulkan, kemudian dibuatkan pita penjumlahan
  • Posting ke buku jurnal hanya satu kali yaitu dari jumlah total
  1. Metode Tanpa Buku Pembantu
Pada metode ini buku pembantu piutang ( kartu piutang ) tidak di buat. Yang berfungsi sebagai “ buku/rekening pembantu” dalam metode ini adalah arsip faktur yang belum di lunasi.


A.4. Sistem Penerimaan Kas
Sumber Penerimaan Kas


  • Hasil penagihan piutang
  • Penjualan tunai
  • Penerimaan bunga, dan dividen dari investasi
  • Penarikan pinjaman
  • Setoran modal
  • Penjualan aktiva tetap, dan investasi
  • Lain-lain
Cara Penerimaan Kas
  1. Melalui penagihan
  2. Melalui transfer bank
  3. Melalui pembayaran langsung
  4. Melalui pos, bkn dengan pos wesel, tapi cek yang di masukan ke amplop dan di krim cara ini memang tidak lazim dan di larang.
Bentuk-bentuk Penerimaan Kas
  • Uang tunai
  • Cek,bilyet giro,bank draft
  • Voucher belanja
Organisasi
  1. Pada took-toko eceran
  2. Pada perusahaan –perusahaan yang mempunyai petugas penagihan
  3. Pada berbagai perusahaan lain
Catatan akuntansi
Catatan akuntansi yang di pergunakan dalam system penerimaan kas meliputi :
  1. Jurnal penerimaan kas
  2. Rekening buku besar kas dan rekening –rekening yang berhubungan
  3. Rekening pembantu piutang
Bukti transaksi
  1. Faktur / nota penjualan tunai
  2. Bukti kas masuk
  3. Pita kas register
  4. Kwitansi penagihan
  5. Fotocopy bukti transfer bank
  6. Bukti setor bank
A.5. Sistem Pengendalian Intern pada Sistem Penerimaan Kas
Organisasi
  1. Juru tagih harus di pisahkan dari fungsi penyimpanan kas dan fungsi akuntansi
  2. Petugas yang melakukan rekonsiliasi laporan bank harus di pisahkan dari fungsi kassa.
Otorisasi dan prosedur pencatatan
  1. Penerimaan kas
  2. Pembukaan rekening bank harus mendapat persetujuan pejabat yang berwenang
  3. Pencatatan transaksi penerimaan kas harus di dasarkan bukti transaksi yang sah
Praktik sehat
  1. Penerimaan kas suatu hari harus di setor ke bank secara utuh ( intact )
  2. Kas di perusahaan , dan kas dalam perjalanan sedapat mungkin di asuransikan
  3. Bila mungkin kasir sebaiknya diasuransikan
  4. Kasir harus mengambil cuti.


- Firna -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar